cara mengurangi erosi tanah

USAHA MENGURANGI EROSI TANAH
1. Tekstur dan Kesuburan Tanah
Tanah yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan lebih subur daripada tanah gundul atau tidak ada tumbuh-tumbuhannya, karena di dalamnya terkandung lapisan bunga tanah yang tidak terkena erosi.
Ciri-ciri tanah subur antara lain : tekstur dan struktur tanahnya baik, yaitu butir-butir tanahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, banyak mengandung air untuk melarutkan garam-garaman.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah antara lain komposisi mineral dan batuan/bahan induk, sifat dan cepatnya proses pembentukan tanah local, serta umur relatif tanah.
Hubungan antara tekstur dan kesuburan tanah tidak selalu ada meskipun tekstur tanah dapat menentukan atau berpengaruh dalam beberapa hal berikut :
a. Pengerjaan tanah, misalnya tanah berpasir di daerah iklim basah biasanya cepat terurai. Selain itu, tanah tersebut berkapasitas rendah dalam menahan air, sehingga mudah mengering. Dengan menambah bahan-bahan organis, maka kesuburan tanah tersebut dapat ditingkatkan.
b. Pengerjaan tanah berpasir di daerah beriklim kering (arid). Tanah di sini meskipun kadar bahan makanannya cukup tinggi, tetapi nilai kesuburannya rendah karena minimnya presipitasi, pencucian, dan rendahnya kapasitas menahan air.
c. Pengerjaan tanah lempung. Dipandang dari sudut mudah tidaknya dikerjakan dan komposisi kimiawinya, tanah lempung mempunyai sifat yang bermacam-macam, diantaranya bersifat plastis dan sukar untuk diolah bila basah, serta keras jika kering. Namun, di daerah iklim tropis basah tanah lempung memiliki permeabilitas walaupun rendah.

Ketebalan atau solum tanah menunjukkan berapa tebal tanah diukur dari permukaan sampai ke batuan induk. Erosi menyangkut banyaknya partikel-partikel tanah yang terpindahkan. Drainase adalah pengeringan air yang berlebihan pada tanah yang mencakup proses pengatusan dan pengaliran air yang berada dalam tanah atau permukaan tanah yang mengenang.
Dilihat dari segi kesuburannya, tanah dibedakan atas tanah-tanah muda, dewasa, tua dan sangat tua.
a. Tanah muda, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung di dalamnya belum banyak sehingga belum subur.
b. Tanah dewasa, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung didalamnya sangat banyak sehingga tanah ini sangat subur. Tanah inilah yang sangat baik untuk pertanian.
c. Tanah tua, berciri unsur atau zat hara makanan yang terkandung di dalamnya sudah berkurang.
d. Tanah sangat tua, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung di dalamnya sudah sangat sedikit, bahkan hampir habis sehingga ada yang menyebut jenis tanah ini sebagai tanah yang mati. Tanah ini sangat tidak subur.

Berdasarkan asal (susunan) senyawanya ada dua macam pupuk.
a. Pupuk alam (pupuk organik), yaitu pupuk yang dihasilkan dari sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia seperti pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pupuk ini dapat menyerap air hujan, memperbaiki daya mengikat air, mengurangi erosi dan untuk perkembangan akar atau biji.
b. Pupuk buatan (pupuk anorganik), yaitu pupuk yang dibuat dalam pabrik, yang terbagi dua jenis, yaitu pupuk tunggal, misalnya pupuk fosfat (P), pupuk kalium (K), pupuk nitrogen (N) yang dikenal pupuk urea, ammonium sulfat, dan ammonium klorida, serta pupuk majemuk, yaitu pupuk NP, NK, PK, NPK, dan lain-lain. Keuntungan pupuk pabrik adalah praktis, ringan, mudah larut, dan cepat bereaksi. Agar berhasil baik dalam pemupukan perlu diperhatikan potensi tanah, jenis pupuk, dosis pemupukan, waktu, dan cara pemberian pupuk.

2. Menjaga Kesuburan Tanah dan Usaha Mengurangi Erosi Tanah
Kesuburan tanah dapat dijaga dengan usaha-usaha sebagai berikut :
a. Pemupukan, diusahakan dengan pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk buatan dan pupuk kompos.
b. Sistem irigasi yang baik, misalnya membuat bendungan-bendungan
c. Pada lereng-lereng gunung dibuat hutan-hutan cadangan
d. Menanami lereng-lereng yang telah gundul
e. Menyelenggarakan pertanian di daerah miring secara benar
Kemiringan lereng adalah kemiringan suatu lahan terhadap bidang horizontal. Semakin besar sudut kemiringan lahan tentu akan semakin besar kemungkinan erosi dan longsor.
Untuk menjaga kestabilan lahan pertanian daerah miring dan untuk mengurangi tingkat erosi tanah, maka diperlukan beberapa langkah berikut :
a. Terasering, yaitu menanam tanaman dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah.
b. Contour farming, yaitu menanami lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menanam tanah.
c. Pembuatan tanggul pasangan (guludan) untuk menahan hasil erosi.
d. Contour plowing, yaitu membajak secara garis kontur sehingga terjadilah alur-alur horizontal.
e. Contour strip cropping, yaitu bercocok tanam dengan cara membagi bidang-bidang tanah itu dalam bentuk sempit dan memandang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok.
f. Crop rotatica, yaitu usaha pergantian jenis tanaman supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara akibat diisap terus oleh salah satu jenis tanaman.
g. Reboisasi, menanami kembali hutan-hutan yang gundul.

Tingkat erosi suatu lahan akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah untuk pertanian. Semakin tinggi/besar tingkat erosi tanah permukaannya berarti semakin tidak subur dan tidak cocok untuk tanaman pertanian pangan.
Lahan potensial yang ada di permukaan bumi dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk non pertanian antara lain dalam bentuk :
a. Pemanfaatan untuk lokasi industri
b. Pemanfaatan untuk lokasi perdagangan
c. Pemanfaatan untuk wilayah permukiman
d. Pemanfaatan untuk fasilitas-fasilitas sosial seperti hiburan, prasarana, transportasi dan fasilitas-fasilitas sosial lainnya.

3. Kelas Kemampuan Lahan
Tingkat kecocokan pola penggunaan lahan dinamakan kelas kemampuan lahan. Lahan kelas I sampai IV merupakan lahan yang sesuai bagi usaha pertanian, sedangkan lahan kelas V sampai VIII merupakan lahan yang tidak sesuai untuk usaha pertanian. Ketidaksesuaian karena biaya pengolahannya lebih tinggi dibandingkan hasil yang bias dicapai.
Secara lebih terperinci lahan dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Kelas I Merupakan lahan dengan ciri tanah datar, tanahnya agak halus, mudah diolah, sangat responsif terhadap pemupukan dan memiliki sistem pengaliran air yang baik.
Kelas II Merupakan lahan dengan ciri lereng landai, butiran tanahnya halus sampai agak kasar. Tanah kelas II agak peka terhadap erosi.
Kelas III Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak di daerah yang agak miring dengan sistem pengairan air yang kurang baik.
Kelas IV Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang miring sekitar 15% - 30% dengan sistem pengaliran yang buruk.
Kelas V Merupakan lahan dengan ciri terletak di wilayah yang datar atau agak cekung, namun permukaannya banyak mengandung batu dan tanah liat.
Kelas VI Merupakan lahan dengan ciri ketebalan tanahnya tipis dan terletak di daerah yang agak curam dengan kemiringan lahan sekitar 30% - 45%.
Kelas VII Merupakan lahan dengan ciri terletak diwilayah yang sangat curam dengan kemiringan antara 45% - 65% dan tanahnya sudah mengalami erosi berat.
Kelas VIII Merupakan lahan dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan di atas 65%, butiran tanah kasar dan mudah lepas dari induknya.

Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan pertanian ialah produktivitas tanah pada lingkungan yang normal untuk menghasilkan tanaman tertentu.
Tingkat produktivitas tanah sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah, curah hujan, suhu, kelembaban udara, sistem pengolahan lahan, dan pemilihan jenis tanaman. Program Panca Usaha Tani yang meliputi :
• Pengolahan lahan
• Pengairan
• Cara pemupukan
• Pemberantasan hama dan penyakit
• Teknik penanaman

d. Lahan Kritis dan Lahan Potensial
Lahan kritis adalah lahan yang tidak produktif. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis, antara lain sebagai berikut :
a. Kekeringan, biasanya terjadi di daerah-daerah bayangan hujan
b. Genangan air yang terus menerus, seperti di daerah pantai yang selalu tertutup rawa-rawa.
c. Erosi tanah dan masswasting yang biasanya terjadi di daerah dataran tinggi, pegunungan, dan daerah yang miring. Masswasting adalah gerakan massa tanah menuruni lereng.
d. Pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan.
e. Material yang dapat bertahan lama ke lahan pertanian (tak dapat diuraikan oleh bakteri) misalnya plastic.
f. Pembekuan air atau pegunungan yang sangat tinggi.
g. Pencemaran, pestisida dan limba pabrik yang masuk ke lahan pertanian baik melalui aliran sungai yang mengakibatkan lahan pertanian menjadi kritis.

Jika lahan kritis dibiarkan akan membahayakan kehidupan manusia, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Upaya penanggulangan lahan kritis dilaksanakan sebagai berikut :
1) Lahan tanah dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi pertanian, perkebunan, peternakan, dan usaha lainnya.
2) Erosi tanah perlu dicegah melalui pembuatan teras-teras pada lereng bukit.
3) Usaha perluasan penghijauan tanah milik dan reboisasi lahan hutan
4) Perlu reklamasi lahan bekas pertambangan
5) Perlu adanya usaha kea rah Program kali bersih (Prokasih)
6) Pengelolaan wilayah terpadu di wilayah lautan dan daerah aliran sungai (DAS)
7) Pengembangan keanekaragaman hayati dan pola pergiliran tanaman.
8) Perlu tindakan tegas bagi siapa saja yang merusak lahan yang mengarah pada terjadinya lahan kritis
9) Menghilangkan unsur-unsur yang dapat menganggu kesuburan lahan pertanian. Misalnya plastic. Berkaitan dengan hal ini, proses daur ulang sangat diharapkan.
10) Pemupukan dengan pupuk organik atau alami, yaitu pupuk kandang atau pupuk hijau secara tepat dan terus menerus.
11) Guna menggemburkan tanah sawah, perlu dikembangkan tumbuhan yang disebut azola.
12) Memanfaatkan tumbuhan enceng gondok guna menurunkan zat pencemar yang ada pada lahan pertanian.
Lahan potensial adalah lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang besar karena mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia.
Lahan potensial tersebar di tiga wilayah utama daratan yaitu di daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi.
Upaya-upaya pelestarian dan peningkatan manfaat lahan-lahan potensial dilaksanakan antara lain dengan cara berikut :
a. Merencanakan penggunaan lahan yang digunakan manusia.
b. Menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi dan intensitas penggunaan lahan dalam wilayah tertentu.
c. Merencanakan penggunaan lahan kota agar jangan sampai menimbulkan dampak pencemaran.
d. Menggunakan lahan seoptimal mungkin bagi kepentingan manusia.
e. Memisahkan penggunaan lahan untuk pemukiman, industri, pertanian, perkantoran, dan usaha-usaha lainnya.
f. Membuat peraturan perundangan-undangan yang meliputi pengalihan hak atas tanah untuk kepentingan umum dan peraturan perpajakan.
g. Melakukan pengkajian terhadap kebijaksanaan tata ruang, perijinan, dan pajak dalam kaitannya dengan konversi penggunaan lahan.
h. Menggunakan teknologi pengolahan tanah, penghijauan, reboisasi dan pembuatan sengkedan di daerah pegunungan.
i. Perlu usaha permukiman penduduk dan pengendalian peladang berpindah.
j. Mengelola dengan baik daerah aliran sungai, daerah pesisir dan daerah di sekitar lautan.

jaga kelestarian alam



Jum'at, 04 September 2009 , 08:59:00

TENGGARONG - Kelestarian alam perlu diperhatikan dan dijaga demi penunjang kelangsungan hidup manusia, khususnya di Kukar. Potensi perairan serta tambak di Muara Jawa yang melimpah dengan ikan, kepiting, serta hasil laut lainnya perlu di lestarikan melalui cara pengelolaan ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Kukar H Sjachruddin dalam sambutannya saat Safari Ramadan di Masjid Al Istiqomah Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, Rabu (2/9) lalu.

"Jangan sampai menangkap ikan dengan cara yang merusak dan dilarang, seperti setrum, racun, dan bom ikan, serta sejenisnya," ujarnya dihadapan warga yang hadir pada acara tersebut.

Sjachruddin mengimbau kepada masyarakat agar mengutamakan pendidikan anak-anak, mencetak generasi penerus pembangunan Kukar yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang andal serta mandiri demi meningkatkan kesejahteraan. Sjachruddin berpesan agar semua pihak terus meningkatkan rasa persaudaraan serta selalu menghargai jasa-jasa orang terdahulu.

"Tak mungkin kita bisa seperti ini tanpa jasa-jasa orang-orang sebelum kita," pungkasnya

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit disampaikan Asisten I Setkab Kukar HM Ghufron Yusuf. Dalam tausiyahnya, Ghufron menekankan agar selalu meningkatkan iman, beramal soleh serta menjelaskan kewajiban mengeluarkan Zakat harta.

"Manfaatkan Ramadan ini sebaik-baiknya. Serta kita harus terus meningkatkan amal baik kita demi kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat," ujarnya.

Safari Ramadan tersebut sebelumnya diawali dengan zikir dan buka bersama di halaman Masjid Al Istiqomah, dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, dirangkai dengan penyerahan beberapa bantuan. (hmp03)

lembaga kota samarinda

Lambang Kota Samarinda

Logo Samarinda

Perisai
Menggambarkan masyarakat Samarinda mampu mempertahankan diri dari segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari dalam maupun dari luar.

Warna Dasar Hijau Tua
Lambang kesuburan dan kemakmuran kota Samarinda.

Tulisan Kota Samarinda Berwarna Hitam
Cermin Kewibawaan dan Keadilan sesuai dengan harapan masyarakat.

Dua Ekor Pesut
Koordinasi dan kerjasama yang dinamis antara eksekutif dan legislatif dalam melaksanakan pembangunan.

Bintang Bersudut Lima
Keagungan, kebesaran, religius dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jaring Samarinda
Watak dan keperibadian masyarakat Samarinda yang berani dalam membela kebenaran, keadilan, keuletan dan kegigihan.

Butir Padi Sebanyak Dua Puluh Satu
Kemakmuran pangan dan tanggal Hari Jadi Kota Samarinda 21 Januari 1968.

Tujuh Buah Kapas Yang Mekar Putih
Melambangkan tujuh fungsi dan peranan.

Perahu Dengan Warna Kuning
Generasi mendatang menuju masyarakat adil dan makmur.

Jembatan Mahakam
Mempererat Kesatuan dan Persatuan Bangsa.

Tiga Buah Arus Sungai Mahakam
Suasana Kota Samarinda tentram, tertib dan aman.

Papan Bertulis "TEPIAN"
Pusat Industri Kayu dengan semboyan Kota yang Teduh, Rapi, Aman dan Nyaman.

Malaysia Mengklaim (Lagi) Budaya Indonesia

August 27th, 2009 | News

Tari Pendet

Entah sudah berapa banyak produk budaya dan kesenian negeri ini yang diklaim oleh negara lain, terutama Malaysia. Sebut saja Reog Ponorogo, kain batik, angklung, rendang, Rasa Sayange, hingga terakhir, Tari Pendet yang jelas-jelas milik rakyat Bali. Untungnya baru saja Norman Abdul Halim, produser film dokumenter Malaysia, meminta maaf atas klaim batik dan tari pendet serta menghentikan iklan Enigmatic Malaysia di Discovery Chanel.

Menurut saya, hal ini sebenarnya bisa “dimaklumi” mengingat penduduk Malaysia dulunya adalah orang Indonesia yang kemudian terpisahkan karena imperialisme. Jadi “wajar” bila budaya Indonesia diamalkan di Malaysia dan diturunkan ke generasi mereka selanjutnya. Yang jadi masalah adalah ketika budaya tersebut tidak di-acknowledge dengan jelas sebagai budaya milik Indonesia. Kedua, budaya tersebut dimanfaatkan hanya untuk kepentingan intern Malaysia. Ini tentu tidak bisa dibenarkan.

Dilihat dari sejarahnya, selepas masa Soekarno, hubungan Indonesia-Malaysia sebenarnya relatif mesra. Malaysia juga sangat menyadari bahwa mereka membutuhkan Indonesia. Namun sejak Mahathir Mohamad mencanangkan slogan “Malaysia boleh“, orang-orang Malaysia kemudian menjadi lebih eksklusif dan tidak mau lagi “disamakan” sebagai rumpun Melayu/Indonesia. Satu-dua kasus, orang-orang Indonesia di Malaysia pernah membuat masalah, namun hal ini terlalu dibesar-besarkan. Akibatnya, orang Indonesia kemudian dicap inferior, sampai muncul istilah ejekan “indon“.

Media juga sebenarnya berperan dalam membuat urusan bertetangga ini menjadi kian memanas. Tengok kasus pulau Sipadan-Ligitan. Walaupun dalam sengketa, berdasarkan Undang-undang, kedua pulau itu bukan milik Indonesia—-kendati Indonesia akan diuntungkan seandainya kedua pulau tersebut jatuh ke tangan Indonesia. Namun yang terjadi, media menulis seolah-olah kedua pulau tersebut hilang dari genggaman kita. Tentu saja hal ini menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.

Apapun itu, harusnya kasus semacam ini bisa menjadi peringatan. Bangsa ini sepertinya kurang bersyukur. Sudah diberi Tuhan 17 ribu pulau lebih, namun sampai sekarang masih banyak yang belum dinamai. Kita punya begitu banyak kesenian dan tarian yang mempesona, namun tak banyak dari kita yang mau mempelajari dan melestarikan. Papan-papan penunjuk jalan di Jogja banyak yang dituliskan dalam aksara Jawa, tapi berapa banyak anak muda sekarang yang bisa membaca “hanacaraka” itu?

Pemerintah sudah tentu harus bertindak cepat, tegas, namun juga smart. Berbagai produk kesenian dan budaya kita musti didata dan didaftarkan hak miliknya agar tak perlu lagi kecolongan di kemudian hari. Kedua, kita juga tidak boleh kalah dalam memasarkan Indonesia di luar negeri. Harapannya, tentu saja agar orang asing lebih “nyantol” dengan tarian, masakan, maupun produk budaya kita lainnya. Kalau tarian ini, atau kesenian itu, sudah dikenal orang asing, maka sulit bagi bangsa lain untuk mengklaim budaya tersebut sebagai miliknya. Pemerintah juga tidak boleh merasa inferior, karena sesungguhnya bukan kita yang membutuhkan bangsa lain melainkan bangsa lain yang membutuhkan Indonesia.

Untungnya, kasus-kasus pencurian budaya semacam ini juga memberikan blessing in disguise buat kita. Sejak batik diklaim negara sebelah, sekarang banyak instansi yang mewajibkan penggunaan seragam batik di hari-hari tertentu. Anak muda pun tak lagi canggung mengenakan batik karena desain dan motifnya terus berkembang menyesuaikan jaman. Teman-teman di luar negeri pun kian bersemangat dalam mempromosikan budaya Indonesia kepada orang asing. Banyak orang Indonesia yang sebelumnya cuek dengan budaya Indonesia, kini menjadi lebih peduli terhadap nasionalisme dan identitas bangsa ini.

Saya sendiri bangga dan bahagia menjadi bangsa Indonesia. Negeri ini memang masih jauh dari ideal. Namun perjalanan bangsa ini sudah menorehkan sejarah panjang. Kita memperjuangkan sendiri kemerdekaan kita. Beragam suku dan golongan berhasil disatukan dengan susah payah. Seperti kata Hillary Clinton, Indonesia adalah model dunia masa depan, dimana demokrasi, modernitas, dan Islam berada dalam satu wadah yang harmonis. Kita memang masih berkutat soal korupsi, pengangguran, kemiskinan, dan keamanan. Tapi negeri ini punya potensi untuk menjadi besar dan superpower di masa depan. Dan banyak bangsa yang iri denggan potensi yang kita punya.

Sebagai catatan dan renungan akhir, jangan sampai kasus semacam ini justru menjadi maling teriak maling. Kita mengeluh negara lain membajak kekayaan negeri ini. Sementara di sisi lain kita lupa bahwa pembajakan di negeri ini sebenarnya masih cukup tinggi. Jangankan produk software atau musik luar negeri, karya bangsa sendiri saja masih sering dibajak. Bukankah itu juga sesuatu yang cukup memalukan? Ingat bahwa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat dan berwibawa.

Merdeka!

fakta taman nasional komodo

Taman Nasional Komodo adalah satu-satunya tempat berkembang biak the real dragon di dunia
Didirikan pada 180 untuk melindungi spesies komodo dan habitatnya
Komodo merupakan spesies kadal terbesar (Varanus Komodoensis) di dunia
ukran tbuh rata-rata dengan panjang: 2-3 m, berat: 70-160 kg
Mampu melihat sejauh 300 m dan mendeteksi daging sejauh 4-10 km
Mampu berlari hingga 20 km/jam, berenang, dan menyelam sedalam 5 m
Pada 2008 populasinya sekitar 2500 ekor

profil pulau komodo

Profil Pulau Komodo
__________________________

________________________

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Sesuai dengan namanya, Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang dikenal sebagai habitat asli hewan komodo (Varanus komodoensis), oleh penduduk setempat, hewan ini disebut Ora. Di pulau ini terdapat hewan komodo yang merupakan spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang tubuhnya mencapai hingga 3,13 meter dan beratnya mencapai 165 kg.

Untuk melindungi komodo dari kepunahan, maka pada tahun 1980 pemerintah menjadikan Pulau Komodo sebagai Taman Nasional Komodo. Enam tahun kemudian, yakni tahun 1986, taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Taman nasional ini terdiri atas dua pulau besar, yakni Pulau Rinca dan Padar, yang dikelilingi oleh beberapa pulau kecil. Total luas wilayah daratan taman nasional ini mencapai 1.817 km².

tujuh keajaiban dunia yang baru

Jadwal voting(waktu voting) dari nominasi sampai deklarasi:
1.Frist Phase dimulai dari Desember 2007 sampai tgl 31 Desember 2008 ini untuk memilih wakil tiap negara(220+ negara2) di dunia,kalaupun ada negara yg mempunyai lebih dari 1,karna nominasi tersebut masuk ke dalam lebih dari 1 negara(multi national)
2.Second Phase dari tanggal 1 Januari 2009 sampai 7 Juli 2009 untuk memilih 77 besar dari 220+ nominasi
3.Final Stage dimulai dgn pengumuman 28 finalist new7wonders of nature oleh panitia(tanggal 21 Juli 2009) sampai akhir Desember 2010,lamanya waktu final stage dikarenakan panitia new7wonders of nature akan melakukan kunjungan ke finalist untuk mepromosikan finalist tesebut.Berarti komodo national park juga akan mendapat kunjungan karena terpilih sebagai 28 finalist.
4.Deklarasi new7wonders of nature pada tahun 2011 dgn tgl dan tempat yg belum ditentukan.

Saat ini sedang dilakukan revisi dan Borobudur tidak lagi masuk kategori tujuh keajaiban dunia. Cukup sudah Candi Borobudur gagal dalam pemilihan 7 Keajaiban Dunia, kini tinggal satu nominasi untuk kesempatan Indonesia masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Yaitu Pulau Komodo di kategori "Forest, National Parks, Nature Reserves" (Group E) . Untuk update terakhir tanggal 21 juli 2009, Pulau Komodo masuk(terpilih) sebagai 28 finalist dalam New 7 Wonders ini. Jiika Pulau Komodo tidak divote, pupus sudah harapan Wisata nasional Pulau Komodo masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Dan jika ini gagal, tidak ada lagi milik Indonesia yang masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Makanya ayo dukung Pulau Komodo masuk menjadi nomor 1 dalam New 7 Wonders ini.
List Ranking 28 finalist yg pertama bisa dilihat di:http://www.vote7.com/n7w/latest-ranking pada tgl 28 Juli 2009

di Salin dari groups sejenis di
http://www.facebook.com/group.php?gid=81716444057